Bedak Dingin Saripohatji

Uhuuuyyy… Mari kita me-review benda yang satu ini. Kecil dan murah, namun berkhasiat juga melegenda… Hihihi… Mungkin gw terdengar agak lebay, tapi gw bener-bener takjub dengan hasilnya. Ya… lumayan lah menurut gw. Namanya juga produk alami, hasilnya pun gak langsung keliatan saat itu juga.

Perkenalan gw dengan bedak dingin ini setelah gw melototin thread “jerawat” di Femaledaily. Banyak yang coba dan hasilnya memuaskan. Awalnya sih belom berniat menggunakan. Sampai suatu hari tante gw melihat wajah gw penuh dengan plester setelah ekstraksi jerawat di dokter kulit. Kemudian tante gw menyarankan untuk menggunakan badak Saripohatji secara teratur untuk menghilangkan jerawat. Alasannya sudah ada bukti manfaat Saripohatji, keponakan tante gw mukanya mulus lagi setelah teratur menggunakan Saripohatji padahal awalnya berjerawat parah. Pas gw tanya beli dimana, o’oo… tante gw belinya di Bandung. Dan itu pun dijualnya di pasar-pasar tradisional. Hadeeeuuuhhh… Makin bingunglah gw. Setelah beberapa kali mencari di mbah Google akhirnya gw menemukan seller Saripohatji yang menjual seharga Rp 2.000 – Rp 2.500 per bungkus. Tapi gw masih ragu, kok ya mahalan ongkos kirimnya dibanding harga barang yang dikirim??? Hahaha… *pelit bin medit*

Pucuk dicinta ulam tiba… Suatu hari temen gw membaca status di Facebook gw tentang pencarian Saripohatji. Ternyata ibunya baru pulang dari Ciamis yang merupakan tempat berasalnya Saripohatji dan membawa beberapa pak Saripohatji. Gw baru tau klo temen gw itu jualan Saripohatji juga. Karena penasaran, langsung gw pesan 10 bungkus. Maruk yak??? Hihihi… Setelah bedak dingin itu sampai di rumah langsung gw buka dan coba. Ya Allah, Saripohatji ini bener-bener masih tradisional sekali. Butiran bedak berukuran kecil dengan bentuk yang tidak seragam ini (pertanda buatan tangan) dibungkus dengan kertas berwarna putih. Bahasa yang digunakan pun masih ejaan lama yang sedikit agak sulit dimengerti. 1 bungkus Saripohatji berisi sekitar 25 butir dan sekali pakai biasanya gw menggunakan 3 butir yang dicampur dengan air mawar, terkadang malah hanya menggunakan air putih biasa namun ditetesi Propolis.

Cara penggunaannya mudah kok. Ambil 3 butir Saripohatji kemudian ditekan-tekan sampai menjadi bubuk. Larutkan dengan sedikit air (bolah air mawar atau air putih biasa) hingga larut tetapi jangan terlalu encer. Ratakan pada wajah dan diamkan beberapa saat. Soal lama mendiamkan di wajahnya pun ada beberapa pendapat. Ada yang sampai pagi (dibawa tidur), adapula yang hanya beberapa jam saja. Dan gw merupakan penganut yang beberapa jam saja (sebenernya lebih karena gw malas membersihkan tempat tidur yang berceceran butiran bedaknya).

Setelah menggunakan bedak dingin muka terasa lebih fresh dan lebih kencang. Dengan pemakaian teratur, jerawat-jerawat pun akan semakin mengering dan berkurang. Enak banget deh rasanya. Bahkan untuk orang yang wajahnya sunburn pun Saripohatji mampu mengurangi kemerahan di wajah. Hebat bukan??? Hihihi… Bahkan teman kantor gw yang cowok pun sampai ikutan pake Saripohatji. Maklum Jakarta panas banget dan Saripohatji bisa membuat wajah menjadi lebih nyaman setelah berpanas-panas ria. Satu hal lagi, Saripohatji ini juga aman digunakan untuk bayi guna mengurangi biang keringat. Canggih kan? Hahahaha…

Previous Post
Next Post
Leave a comment

1 Comment

  1. argia

     /  22 April 2014

    temennya masih jual gak? mau beli dong sist….kalo abis pakai bedak saripoehatji ITU boleh pakai night cream lagi gak?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: